PERKEMBANGAN
MASA KANAK-KANAK PERTAMA
Disusun Oleh :
Kelompok
2
Moh. Sadid
Hidayat / 13010101006
Eka
Sandriya Ningsih / 13010101007
Serlianti
/ 13010101008
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
JURUSAN TARBIYAH
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada kita
jalan kemudahan, kesehatan lahir dan batin dan telah memberikan nilai guna
kepada kita semua atas berbagai ilmu yang bermanfaat.
Alhamdulillah,
dengan dengan hidayah dan ridho Allah, kami dapat menyusun makalah ini. Makalah
ini diharapkan dapat membawa wawasan pada pembacanya, khususnya teman-teman
mahasiswa. Makalah ini berisi tentang “Perembangan Masa Kanak-Kanak Pertama“
Penyusun juga meucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusun juga menyadari bahwa makalah
ini tidak lepas dari kekurangan, sehingga kritik dan saran yang bersifat
membangun sangan penyusun harapkan dari para pembaca, demi kesempurnaan makalah
ini.
Kendari, 16 November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................ i
KATA PENGANTAR......................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................... iii
BAB I : PENDAHULUAN........................................................... 1
A. Latar belakang............................................................... 1
B. Rumusan Masalah......................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN.............................................................. 3
A.
Pengertian Perkembangan
Masa Kanak-Kanak
Pertama........................................................................ 3
B.
Aspek-Aspek
Perkembangan Masa Kanak-Kanak
Pertama........................................................................ 4
BAB III : PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................. 12
B.
Saran........................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Mengamati
perkembangan kepribadian seseorang ditinjau dari sudut Psikologi Perkembangan,
ada tugas-tugas perkembangan yang wajib dilewati oleh seorang manusia sejak dia
bayi, kanak-kanak, remaja dan sterusnya. Demkian juga secara analogis ada tugas-tugas perkembangan
yang wajib dilewati oleh seseorang dalam seluruh perjalanan kehidupannya.
Masa
kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan saat dimana
individu relatif tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Bagi kebanyakan
anak-anak seringkali dianggap tidak ada akhirnya sewaktu mereka tidak
sabar menunggu saat didambakan yakni pengakuan dari masyarakat bahwa mereka
bukan anak-anak lagi melainkan “ Orang Dewasa” masa kanak-kanak dimulai setelah
melewati masa bayi yang penuh ketergantungan.
Masa
kanak-kanak awal berlangsung dari 2 th sampai 6 th, oleh para pendidik
dinamakan sebagai usia pra-sekolah. Perkembangan fisik pada masa ini berjalan
lambat tetapi kebiasaan fisiologis yang dasarnya diletakkan pada masa bayi
menjadi cukup baik. Pada saat masa awal kanak-kanak dianggap sebagai saat
belajar untuk mencapai berbagai keterampilan dan senang mencoba hal-hal baru.
Sesuai dengan prinsipnya, Perkembangan
berlangsung secara berkesinambungan sejak saat pembuahan hingga kematian,
tetapi ia terjadi dalam berbagai kecepatan, terkadang cepat dan kadang-kadang
secara perlahan. Piechowski telah menekankan bahwa,” perkembangan tidak terjadi
dengan kecepatan yang sama”[1]
Dalam
periode pertumbuhan merupaka tahap pertumbuhan dan perkembangan berlangsung
sangat cepat, terutama pada tahun-tahun pertama terjadi saat bayi lahir akhir
dewasa muda. Utuk itu kami sebagai pemakalah akan membahas perkembangan masa
kanak-kanak pertama.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
masalah yang akan dibahas pada makalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan
perkembangan masa kanak-kanak pertama ?
2. Apa sajakah aspek-aspek perkembangan
pada masa kanak-kanak pertama ?
C.
Tujuan
Tujuan
dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut :
1. Agar dapat mengetahui makna dari
perkembangan masa kanak-kanak pertama.
2. Agar dapat memahami aspek-aspek
perkembangan pada masa kanak-kanak pertama.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Masa Kanak-Kanak
Pertama
Perkembangan adalah perubahan kearah
kemajuan menuju terwujudnya hakikat manusia yang bermartabat dan berkualitas.
Perkembangan memiliki sifat yang kompleks yakni terdiri dari berbagai aspek
baik fisik (jasmani) maupun psikis (psikologis), yang terjadi dalam beberapa
tahap (berkesinambungan). Sedangkan masa kanak-kanak pertama ialah masa
anak-anak yang berlangsung dari
umur 2 th sampai umur 6 th.
Sehingga dapat
disimpulkan bahwa perkembangan masa
kanak-kanak pertama adalah fase perkembangan individu sekitar 2-6 tahun, ketika
anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai perempuan atau laki-laki,
dapat mengatur diriya sendiri dan mengenal bebrapa hal yang dianggap berbahaya.
Masa
kanak-kanak pertama merupakan masa penting untuk seorang anak, apabila salah
bentuk, akibatnya bisa fatal. Pada awal masa kanak-kanak dianggap
sebagai saat belajar untuk mencapai berbagai keterampilan karena anak senang
mengolang, hal mana belajar ketrampilan. Awal masa kanak-kanak ditandai oleh
moralitas dengan paksaan, suatu masa dimana anak belajar mematuhi peraturan
secara otomatis melalui hukuman dan pujian. Periode ini juga masa menegakan
disiplin dengan cara berbeda, ada yang dikenakan disiplin yang otoriter, lemah,
dan demokratis.
Awal masa kanak-kanak sering dianggap sebagai usia kritis
dalam penggolongan peran seks, karena pada saat ini sejumlah aspek penting
dalam penggolongan peran seks dikuasai terutama belajar arti stereotip peran
seks dan menerima serta memacukan peran seks yang disetujui oleh kelompoknya.
Ciri khas yang dimiliki fase ini adalah perkembangan dipusatkan untuk menjadi
manusia sosial belajar bergaul dengan orang lain.[2]
Masa
kanak-kanak dini atau anak usia pra-sekolah merupakan fase perkembangan
individu sekitar 2-6 tahun, ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang
dirinya sebagai perempuan atau laki-laki, dapat mengatur diriya sendiri dan
mengenal bebrapa hal yang dianggap berbahaya.
B. Aspek-Aspek Perkembangan Pada Masa
Kanak-Kanak Pertama
Secara
umum, aspek-aspek perkembangan pada usia anak pra sekolah ini dapat diuraikan
sebagai berikut;
1.
Perkembangan
Fisik
Selama masa anak-anak
awal, pertumbuhan fisik berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat
pertumbuhan selama masa bayi. Pertumbuhan fisik yang lambat ini berlangsung
sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas, yakni kira-kira dua tahun
menjelang anak matang secara seksual dan pertumbuhan fisik kembali berkembang
pesat. Meskipun selama masa kanak-kanak pertumbuhan fisik mengalami
perlambatan, namun ketrampilan-ketrampilan motorik kasar dan motorik halus
justru berkembang pesat.
a.
Tinggi dan berat badan
Selama masa anak-anak
awal, tinggi rata-rata anak bertumbuh 2,5 inci dan berat badan bertambah antara
2,5 kg.. ketika anak usia prasekolah bertumbuh makin besar, presentase
pertumbuhan dalam tinggi dan berat berkurang setiap tahun. Selama masa ini baik
laki-laki maupun perempuan terlihat makin langsing, sementara batang tubuh
mereka makin panjang.
b.
Perkembangan otak
Diantara perkembangan
fisik yang sangat penting selama masa anak-anak awal ialah perkembangan otak
dan sistem syaraf yang berkelanjutan. Meskipun otak terus bertambah pada masa
awal. Namun tidak sepesat pada masa bayi mencapai usia 2 tahun, ukuran otaknya
rata-rata 75% dari otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun ukuran otaknya telah
mencapai sekitar 90% otak orang dewasa. Beberpa pertambahan ukuran otak juga
disebabkan oleh pertambahan myelination, yaitu suatu proses dimana
sel-sel urat saraf ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel
pada lemak. Proses ini berdampak terhadap peningkatan kecepatan informasi yang
berjalan melalui sistem urat saraf. Beberapa ahli psiklogi perkembangan percaya
bahwa myelination adalah penting dalam pematangan sejumlah
kemampuan anak.[3]
c.
Postur tubuh
Perbedaan dalam postur
tubuh untuk pertama kali tampak jelas dalam masa anak-anak awal. Ada yang
postur tubuh gemuk lembek atau endomorfik, ada yang kuat berotot (mesomorfik)
dan ada lagi yang relatif kurus (ektomorfik)
d.
Tulang dan otot
Tingkat pengerasan otot
bervariaasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah otot
menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih
kurus meskipun beratnya tambah.[4]
e.
Perkembangan motorik
Perkembangan fisik masa
anak-anak ditandai dengan berkembangnya ketrampilan motorik, baik kasar maupun
halus, sekitar usia 3 tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik, dan sekitar
usia 4 tahun anak hampir menguasai cara berjalan orang dewasa. Usia 5 tahun
anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai cara,
seperti maju mundur, jalan cepat, dan pelan-pelan, melompat dan berjingkrak dan
sebagainyayang semuanya dilakukan dengan lebih baik halus dan bervariasi selam
itu anak usia 5 tahun juga dapat melakukan tindakan tertentu secara akurat,
seperti menangkap bola dengan baik, melukis, menggunting, melipat kertas dll.
Secara singkat ada 5
tanda-tanda esensial yang dapat disebut dalam perkemabngan seorang anak antara
akhir tahun pertama dan permulaan usia 4 tahun. Diperiode ini mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Kemungkinan-kemungkinan ini dapat dilihat pada
periode tersebut dalam suatu kenyataan yang ada ekmajuan-kemajuan-kemajuan itu
adalah :
·
Pada periode ini anak bisa duduk, berdiri, dan berjalan
dengan bantuan. Bila anak berusia 4 tahun ia dapat meloncat-loncat, memanjat,
merangkak dibawah meja dan kursi, dapat melakukan gerakan-gerakan yang kasar
dan halus dengan tanan, kaki dan jari-jarinya.
·
Pada usia 4 tahun anak sudah dapat berbahasa, ia dapat
mengambil bagian secara aktif dalam percakapan dirumah dengan teman-temanya.
·
Pada periode ini anak memperoleh pengertian banyak
mengenai benda-benda dan bentuknya, membedakan antara suara yang keras dan
lembut, ia dapat mengerti nama benda dan dapat menanyakan nama benda yang belum
diketahui.
·
Kelebihan untuk aktif, artinya perbuatan tingkah lakunya
tidak lagi ditentukan secara kebetulan sesuai dengan apa yang ada, anak sudah
membuat rencana, memikirkan apa yang akan dilakukan.
·
Pengertian akan norma-norma pada anak usia 4 tahun juga
sudah ada kata-kata baik, buruk, tidak boleh disebut untuk mengatur tingkah
laku.[5]
2. Perkembangan Kognitif
Menurut pieget,
perkembangan kognitif pada usia ini berada pada periode preoperasional, yaitu
tahapan dimana anak belum mampu mengusai operasi mental secara logis. Yang
dimaksud adalah kegiatan-kegiatan yang diselesaikan secara mental bukan fisik.
Periode ini ditandai dengan berkembangnya respresentasional atau ”synbolic
function” yaiotu kemampuan menggunakan suatu untuk mempresentasikan (mewakili)
sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol (kata-kata, gesture/bahasa
gerak, dan benda). Dapat juga dikatakan sebagai ”simiotic function”, yaitu
kemampuan untuk menggunakansimbol-simbol (bahasa, gambar, tanda, syarat, benda,
gesture atau peristiwa) untuk melambangkan sesuatu kegiatan, benda yang nyata
atau peristiwa-peristiwa.[6]
a.
Perkembangan
Atensi
Atensi adalah
konsentrasi terhadap aktifitas mental. Sedangkan menurut Magaget W. Martin
menggunakan istilah atensi untuk menuju pada konsentrasi terhadap suatu tugas
mental, dimana individu mencoba untuk meniadakan stimulus lain yang mengganggu.
Atensi pada anak telah
berkembang sejak masa bayi aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa bayi
ini memiliki arti penting selama bertahun-tahun bersekolah. Penelitian telah
menunjukkan bahwa hilangnya atensi (habituation) dan pulihnya atensi
(dishabituation) bila diukur pada 6 bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan
tingginya kecerdasan pada tahun-tahun prasekolah.[7]
b.
Perkembangan
Emosional
Beberapa jenis emosi yang berkembang
pada masa anak, yaitu sebagai berikut:
·
Takut, yaitu persaan terancam oleh suatu objek yang
dianggap membahayakan
·
Cemas, yaitu perasaan takut yang bersifat khayalan, yang
tidak ada objeknya
·
Marah, merupakan perasaan tidak senang, atau benci
terhadap baik terhadap orang lain, diri sendiri, atau objek tertentu yang
diwujudkan dalam bentuk verbal (kata-kata kasar/makian/ sumpah serapah), atau
nonverbal (seperti mencubit, menampar, memukul, menendang, dan merusak
·
Cemburu, yaitu perasaan tidak senangterhadap orang lain
yang dipandang telah merebut kasih sayang kepadanya
·
Kegembiraan, kesenangan, kenikmatan, yaitu berasal
positif, nyaman karena terpenuhi keinginanya
·
Kasih sayang, yaitu perasaan senang untuk memberikan
perhatian atau perlindungan terhadap orang lain, hewan, atau benda
·
Phobi, yaitu perasaan takut terhadap objek yang tidak
patut ditakutinya (takut yang abnormal) seperti takut ulat, ular, kecoa dll
·
Ingin tahu (curiosity) yaitu perasaan ingin mengenal,
mengetahui segala sesuatu atau objek-objek baik perasaan fisik maupun nonfisik[8]
c. Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahas anak
berusia prasekolah, dapat diklasifikasikan kedalam dua tahap yaitu sebagai
berikut :
·
Masa Ketiga (2,0 – 2,6 tahun), yang bercirikan;
1. Anak sudah mulai bisa menyusun
kalimat tunggal yang sempurna
2. Anak sudah mampu memahami
tentang perbandingan, misalnya burung pipit lebih kecil daripada burung
perkutut
3. Anak banyak menanyakan nama dan
tempat: apa, dimana dan darimana
4. Anak sudah banyak menggunakan
kata-kata yang berawalan dan berakhiran
·
Masa Keempat (2,6 – 6,0), yang bercirikan;
1. Anak sudah bisa menggunakan
kalimat majemuk beserta anak kalimatnya
2. Tingkat berpikir anak sudah
lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktu-sebab akibat melalui
pertanyaan-pertanyan : kapan, kemana, mengapa, dan bagaimana
3.
Perkembangan
Psikososial
Jenis hubungan sosial
lebih penting daripada jumlahnya, kalau anak menyenangi hubungan dengan orang
lain meskipun kadang-kadang saja, maka sikap terdapat kontak sosial
mendatangkan lebih baik daripada hubungan sosial yang sering, tetapi sifat
hubungannya kurang baik. Anak yang lebih menyukai interaksi dengan manusia
daripada benda akan lebih mengembangkan kecakapan sosial sehingga mereka lebih
populer dari pada anak yang interaksinya terbatas.
Pada masa prasekolah
(terutama mulai usia 4 tahun) perkembangan sosial anak sudah mulai tampak
jelas, karena mereka sudah mulai aktif berhubngan dengan teman sebayanya.
Ciri-ciri perkembangan
pada tahap ini adalah :
1. Anak sudah mulai tau
aturan-aturan, baik dilingkungan keluarganya maupun dalam lingkungan bermain
2. Sedikit demi sedikit anak sudah
mulai tunduk pada peraturan
3. Anak sudah mengetahui hak atau
kepentingan orang lain
4. Anak sudah mulai dapat bermain
bersama anak-anak lain atau teman sebaya (peer group)
Perkembangan sosial anak
sangant dipengaruhi oleh iklim sosio psikilogis keluarganya. Apabila
memperhatikan, saling membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga,
terjalin komunikasi antara anggota keluarga dan konsisten dalam melaksanakan
aturan, maka anak akan memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam
hubungan dengan orang lain.[9]
a.
Perkembangan
Permainan
Permainan adalah salah
satu bentuk aktifitas sosial yang dominan pada awal masa anak-anak, sebab
anak-anak lebih menghabiskan waktu lebih banyak waktunya diluar rumah bermain
dengan teman-temannya dibanding dengan terlibat aktifitas lain, karena itu
kebanyakan hubungan sosial dengan teman sebaya dalam masa ini terjadi dalam
bentuk bermainan.
b.
Fungsi Permainan
Hethenington dan Parke,
menyebutkan 3 fungsi utama dari permainan, yaitu:
1. Fungsi kognitif permainan
membantu perkembangan kognitif anak karena melalui permainan anak-anak
menjeljahi lingkungannya, mempelajari objek-objek disekitarnya, dan belajar
memacahkan masalah yang dihadapinya
2. Fungsi sosial permainan dapat meningkatkan
perkembangan sosial anak
3. Fungsi emosi permainan
memungkinkan anak untuk memecahkan sebagian dari masalah emosialnya, belajar
mengatasi konflik batin dan kegelisahan
c.
Jenis-Jenis
Permainan
Berdasarkan
observarsinya terhadap anak-anak usia 2 hingga 5 tahun Patern menemukan 3
kategori permainan anak-anak diantaranya sebagai berikut:
1. Permainan unoccopied, anak
memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan
melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol
2. Permainan onlooker, anak
melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain
3. Permainan pararel , anak
bermain dengan alat-alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi kontak
antara satu dengan yang lain atau tukar menukat alat permainan[10]
d.
Perkembangan
Kepribadian
Masa ini disebut masa
Trotzalter, periode perlawanan atau masa krisi pertama. Krisis ini terjadi
karena ada perubahan yang hebat dalam dirinya, yaitu dia muali sadar akan
akunya, dia menyadari bahwa dirinya terpisah dari lingkungan atau orang lain,
dia suka menyebut nama dirinya apabila berbicara dengan orang lain.
Pada masa ini,
berkembang kesadaran dan kemampuan untuk memenuhi tuntunan dan tanggung jawab.
Oleh karena itu agar tidak berkembang sikap membandel anak yang kurang
terkontrol, pihak orang tua perlu menghadapinya secara bijaksana, penuh kasih
sayang, dan tidak bersikap keras.
Aspek-aspek perkembangan
kepribadian anak itu meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Depedency
dan self-image
2. Intifiative
vs built
Erik Erikson
mengemukakan sesuatu teori bahwa anak prasekolah mengalami suatu krisis
perkembangan, karena mereka menjadi kurang deponden, dan mengalami konflik
antara ”intifiative vs guilt”. Anak berkembang, baik secara fisik maupun
kemampuan intelektual satu perkembangan percaya diri untuk melakukan sesuatu.
e.
Perkembangan
moral
Pada masa ini, anak
sudah memiliki dasar tentang sikap moralitas terhadap kelompok sosial (orang
tua saudara dan teman sebaya). Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang
lain akan belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik /
diterima / disetujui atau buruk / tidak boleh / ditolak / disetujui.
Berdasarkan pemahaman itu, maka pada masa itu anak harus dilatih atau
dibiasakan mengenal bagaimana dia harus bertingkah laku, seperti mencuci tangan
sebelum makan, menggosok gigi sebelum tidur, dan membaca
basmalah sebelum makan.[11]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
perkembangan
masa kanak-kanak pertama adalah fase perkembangan individu sekitar 2-6 tahun,
ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai perempuan atau
laki-laki, dapat mengatur diriya sendiri dan mengenal bebrapa hal yang dianggap
berbahaya. Secara umum,
aspek-aspek perkembangan pada usia anak pra sekolah ini dapat diuraikan menjadi
3 perkembangan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial.
B.
Saran
Masa kanak-kanak pertama merupakan masa penting untuk
seorang anak, apabila salah bentuk pada si anak akan mengakibatkan hal yang
fatal, baik itu dari segi fisik, kognitif maupun psikososial. Oleh karena itu,
sebaik pada masa kanak-kanak pertama ini di berlakukan pemberian
rangsangan-rangsangan yang baik agar menghasilkan pribadi yang baik ketika
besar kelak.
DAFTAR PUSTAKA
Burhanuddin, Yussak. Kesehatan Mental.
Bandung: CV Pustaka Setia. 1999.
Desmita,
Psikologi Perkembangan,{Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008}, hlm
127-128
Desmita,
Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2000, hlm.
141-142
Desmita.
Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008. hlm. 136
Dr.
H. Syamsul Yusuf LN. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2000, hlm. 175
Dra.
Neety Hartati, M.si dkk. Islam dan Psikologi. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada. 2004, halm. 33-34
Elizabet
B. Hurluck. Psikologi Perkembangan. Erlangga, Jakarta : Erlangga,
1980, hlm. 110
Fj
Monks dkk. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gajah Mada University
Prees. 1999, hlm. 100-102
Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 169
Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 167-169
Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 170-171
http://www.bppaudnibanjarbaru.org/index.php/artikel-paudni/161-teori
perkembangan-pada-masa-pra-sekolah-dan-fase-sekolah
http://bangkaganteng.wordpress.com/2011/12/24/teori-perkembangan-pada-masa-pra-sekolah-dan-fase-sekolah/
http://robinvanmurdock.blogspot.com/2013/07/perkembangan-masa-kanak-kanak-awal.html
http://nuramaliahdreams.blogspot.com/2010/04/makalah-pendidikan-pra-sekolah.
html
[1] Burhanuddin, Yussak. Kesehatan
Mental. Bandung: CV Pustaka Setia. 1999.
[2] Dra. Neety
Hartati, M.si dkk. Islam dan Psikologi. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada. 2004, halm. 33-34
[5] Fj Monks
dkk. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gajah Mada University Prees.
1999, hlm. 100-102
[6] Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 169
[8] Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 167-169
[9] Syamsul
Yusuf Ln, Mpd. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya. 2000. hlm 170-171
[11] Dr. H.
Syamsul Yusuf LN. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya. 2000, hlm. 175